Senin, 15 Februari 2010

Belajar Blog

Hari ini kelas 9F sedang belajar membuat blogger.

Kamis, 04 Februari 2010

Betul apa Salah ?

Para pemakai bahasa termasuk kalian sering dikecohkan oleh pemakaian dua kata yang hampir sama, baik bentuk maupun maknanya. Sering pula kita bingung terhadap pemakaiannya, mana yang betul dan mana yang salah. Sekilas menurut kita betul, tetapi menurut ahli bahasa salah. Begitu pula sebaliknya, sekilas menurut kita salah, justru menurut ahli bahasa betul. 
Agar kita tidak bingung, ikuti saja kajian pemakaian kata mencolok atau menyolok dan kata legalisir atau legalisasi berikut ini !
1. Mencolok atau menyolok 
Kata mencolok dan menyolok sering digunakan oleh pemakai bahasa Indonesia. contoh pemakaian bentuk non baku. 
Dandanan gadis itu sangat menyolok.
Bentuk baku : Dandanan gadis itu sangat mencolok.
Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, kata dasar yang berfonem /c/, misalnya cuci, cari, cium, celetuk, jika mendapat imbuhan me- bentuknya menjadi mencuci, mencari, mencium, menceletuk dan bukan menyuci, menyari, menyium, menyeletuk.
Dengan demikian kata dasar colok menjadi mencolok dan bukan menyolok.
Kata mencolok bermakna (1) menusukkan benda ke mata. (2) perbedaan yang sangat tajam.
Contoh :
1. Anak itu mencolok mata adiknya dengan telunjuknya.
2. Perbedaan pendapat suara masyarakat desa dan masyarakat kota sangat mencolok.
Mengapa pemakaian kata mencolok sering diganti dengan kata menyolok dalam bahasa gaul ?
 

Pengembangan Guru Teladan dan Berprestasi

Apresiasi pemerintah terhadap profesi guru ditunjukkan dengan penegasan Undang-undang Nomo 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Pasal 35 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 2005, dengan tegas menyebutkan guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan / atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Pasal 30 ayat 1 PP guru juga menyatakan : Guru memiliki hak untuk mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi kerja, dedikasi luar biassa dan/atau bertugas di daerah khusus.
Menurut buku Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Tahun 2009, guru berprestasi didefinisikan sebagai guru memiliki kerja melampaui standar yang ditetapkan oleh satuan pendidikan, mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional, menghasillkan karya kreatif dan inovatif yang diakui baik di tingkat daerah, nasional dan (bahkan) internasional, serta membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.
Diharapkan di dalam pemberian penghargaan kepada guru berprestasi dan berdedikasi ini, tidak ada unsur dikriminatif, baik guru negeri maupun swasta diberlakukan sama. Bravo Guru ( digugu lan ditiru ).

Zikir kepada Allah

Dengan zikir mereka mampu menghalau bahaya, melepas kesedihan dan meringakan musibah. Bila ditimpa cobaan, zikir sebagai tempat pelarian kita. Sementara bila kita tertimpa musibah, zikir tempat perlindungan kita. Zikir ialah taman surga mereka di mana mereka bersuka ria. Selain itu, zikir juga merupakan modal kebahagiaan mereka untuk berniaga.

Macam - macam zikir

Pertama zikir dengan asma-asma Allah, sifat-sifatNya, dan pujian kepada Nya.

Kedua berita dari Allah tentang ketetapan asma dan sifatNya.

Ketiga ingat perintah dan larangan Allah.

Keempat ingat berbagai nikmat dan kebaikan Allah.

Zikir dapat dilakukan dengan hati dan lisan, zikir yang paling utama ialah ketika ada kecocokan antara hati dan lisan. Hanya saja perlu diingat, zikir dengan hati saja lebih utama daripada zikir hanya dengan lisan saja .

(Gizi hati) 

Muara kebahagiaan dan kesengsaraan adalah hati


Berdasarkan sifatnya, hati dibagi menjadi tiga macam : hati yang sehat, hati yang mati dan hati yang sakit

1. Hati yang sehat

Hati yang sehat ialah hati yang selamat dari setiap syahwat yang kontradiktif dengan perintah dan larangan Allah, serta dari setiap syubhat (kesamaran) yang bertentangan dengan firman-Nya.

2. Hati yang mati

Hati yang mati ialah hati yang di dalamnya tiada kehidupan, Ia tidak mengatahui Rabbnya sehingga tidak menyembahNya sesuai dengan perintah, ia berjalan bersama syahwat dan kesenangan-kesenangannya, meskipun mengandung amarah dan murka dari Rabbnya. Selama merasa senang dengan syahwatnya, ia tidak peduli apakah Rabb-nya ridha atau murka. 

3. Hati yang sakit

Hati yang sakit ialah hati yang hidup, tetapi terjangkit penyakit, Terkadang hatinya condong pada kebaikan, namun terkadang berat pada kemaksiatan. Semua itu terjadi ketia ia mampu mengalahkan salah satu dari keduanya.

Ketahuilah bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati. Demikianlah jauh-jauh hati Rasulullah mengingatkan kita.

(Gizi Hati)