Hanya Ada di Indonesia
Hidup adalah perjuangan
Senin, 15 Februari 2010
Kamis, 04 Februari 2010
Betul apa Salah ?
Pengembangan Guru Teladan dan Berprestasi
Zikir kepada Allah
Dengan zikir mereka mampu menghalau bahaya, melepas kesedihan dan meringakan musibah. Bila ditimpa cobaan, zikir sebagai tempat pelarian kita. Sementara bila kita tertimpa musibah, zikir tempat perlindungan kita. Zikir ialah taman surga mereka di mana mereka bersuka ria. Selain itu, zikir juga merupakan modal kebahagiaan mereka untuk berniaga.
Macam - macam zikir
Pertama zikir dengan asma-asma Allah, sifat-sifatNya, dan pujian kepada Nya.
Kedua berita dari Allah tentang ketetapan asma dan sifatNya.
Ketiga ingat perintah dan larangan Allah.
Keempat ingat berbagai nikmat dan kebaikan Allah.
Zikir dapat dilakukan dengan hati dan lisan, zikir yang paling utama ialah ketika ada kecocokan antara hati dan lisan. Hanya saja perlu diingat, zikir dengan hati saja lebih utama daripada zikir hanya dengan lisan saja .
(Gizi hati)
Muara kebahagiaan dan kesengsaraan adalah hati
Berdasarkan sifatnya, hati dibagi menjadi tiga macam : hati yang sehat, hati yang mati dan hati yang sakit
1. Hati yang sehat
Hati yang sehat ialah hati yang selamat dari setiap syahwat yang kontradiktif dengan perintah dan larangan Allah, serta dari setiap syubhat (kesamaran) yang bertentangan dengan firman-Nya.
2. Hati yang mati
Hati yang mati ialah hati yang di dalamnya tiada kehidupan, Ia tidak mengatahui Rabbnya sehingga tidak menyembahNya sesuai dengan perintah, ia berjalan bersama syahwat dan kesenangan-kesenangannya, meskipun mengandung amarah dan murka dari Rabbnya. Selama merasa senang dengan syahwatnya, ia tidak peduli apakah Rabb-nya ridha atau murka.
3. Hati yang sakit
Hati yang sakit ialah hati yang hidup, tetapi terjangkit penyakit, Terkadang hatinya condong pada kebaikan, namun terkadang berat pada kemaksiatan. Semua itu terjadi ketia ia mampu mengalahkan salah satu dari keduanya.
Ketahuilah bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati. Demikianlah jauh-jauh hati Rasulullah mengingatkan kita.
(Gizi Hati)
